ABSTRAK
Tulisan ini akan
membahas menjelaskan tentang Metode Store and forward Switching , penjelasan Cut-through switching dan terbagi dua varian Fast-forward
switching, Fragment-free switching, penjelasan Asymmetric dan Symmetric
switching, Port-based Memory Buffering, pengertian dan perbedaan Layer
2 dan Layer 3 Switching.
Kata kunci : Store and forward switching , Cut-through
switching, Fast-forward switching, Fragment-free
switching, Symmetric, Asymmetric, Port-based Memory Buffering, Layer
2 dan Layer 3 Switching.
1.
Store and Forward Switching
Dalam store and forward
switching, ketika beralih menerima frame, menyimpan data dalam buffer sampaai
frame lengkap telah di terima.
Selama proses penyimpanan,
switch menganalisis frame untuk informasi tentang tujuan.
Dalam proses ini, switch
juga melakukan pemeriksaan kesalahan dengan menggunakan Cyclic Redundancy Check
(CRC) trailer sebagian dari frame.
Setelah mengkonfirmasi
integritas dari frame, frame di teruskan keluar menuju port yang sesuai
tujuannya. Ketika kesalahan terdeteksi dalam frame, switch akan membuang frame
2.
Cut-through switching
Dalam jaringan computer, cut-through switching adalah
metode untuk system packet switching, dimana saklar mulai meneruskan frame
(atau paket) sebelum seluruh frame telah di terima, biasanya segera setelah alamat tujuan di proses. Dibandingkan dengan menyimpan dan maju, teknik ini mengurangi latency melalui switch, namun keandalan menurun, frame rusak berpotensi diteruskan.
Adaptive beralih secara dinamis memilih antara cut-through dan store dan perilaku ke depan didasarkan pada kondisi jaringan saat ini.
Cut-through switching adalah murni hanya mungkin bila kecepatan antarmuka keluar adalah sama dengan kecepatan interface yang masuk.
Adaptive beralih secara dinamis memilih antara cut-through dan store dan perilaku ke depan didasarkan pada kondisi jaringan saat ini.
Cut-through switching adalah murni hanya mungkin bila kecepatan antarmuka keluar adalah sama dengan kecepatan interface yang masuk.
Pada cut-thourgh switching,
switch bertindak atas data segera setelah diterima, bahkan jika transmisi tidak
lengkap. Switch buffer hanya cukup dari frame untuk membaca alamat tujuan MAC
sehingga dapat menentukan mana port untuk meneruskan data. Switch ini tidak
melakukan pengecekan error pada frame.
Ada dua varian dari
cut-thourgh beralih :
a.
Fast-forward switching
Fast-forward switching menawarkan tingkat terendah latency Fast-forward switching segera ke depan paket setelah membaca alamat tujuan.
b.
Fragment-free switching
Dalam
Fragment-free switching, switch menyimpan 64 byte pertama dari forwarding. Fragment-free
switching dapat dilihat sebagai kompromi antara store-and-forward. Fragment-free
switching dapat dilihat sebagai kompromi antara store-and-forward switching dan
cut-through switching. Alasannya fragman-store-free beralih hanya yang pertama
64 byte frame adalah bahwa kesalahannya jaringan yang paling dan tabrakan
terjadi selama 64 byte pertama. Sebuah cek kecil di lakukan.
3.
Symmetric dan Asymmetric Switching
Symmetric
Pada symmetric switching semua port dari
bandwidth yang sama. Beralih symmetric di optimalkan untuk beban lalu lintas
cukup didistrisibusikan, misalanya di dalam lingkungan desktop peer-to-peer.
Asymmetric
Beralih Asymmetric memungkinkan lebih banyak bandwidth yang akan digunakan hanya ke port switch
server untuk mencegah hambatan. Hal ini memungkinkan arus lalu lintas lancar di mana beberapa klien berkomunikasi
dengan server pada saat yang sama.
Penyangga memori diperlukan
pada saklar asymmetric. Untuk beralih ke cocok dengan
kecepatan data yang berbeda pada port yang berbeda, frame seluruh disimpan dalam
buffer memori dan akan dipindah
ke satu port demi satu sesuai kebutuhan.
4.
Port-based Memory Buffering
Dalam Port-based Memory Bufferin , frame disimpan dalam antrian yang terkait
dengan port masuk tertentu. Sebuah frame ditransmisikan ke port keluar hanya
bila semua frame depan itu dalam antrian telah berhasil dikirim.
Pada switch menyimpan peta
frame untuk menampilkan link port yang mana sebuah paket harus dikirim. Jumlah
frame dalam buffer akan dibatasi oleh ukuran buffer seluruh memori dan tidak
terbatas pada buffer port tunggal. Hal ini memungkinkan frame yang lebih besar
untuk di transmisikan dengan frame menjatuhkan lebih sedikit. Hal ini penting
untuk beralih asimetris, dimana frame yang sedang di perlukan antara port
tingkat yang berbeda.
5.
Layer 2 dan layer 3 Switching
Sebuah layer 2 switch LAN
melakukan switching dan penyaringan berdasarkan hanya pada lapisan link OSI (Layer2)
MAC Address.
Sebuah Layer 3 switch,
bukannya hanya menggunakan Layer 2 MAC address information untuk menangkal sebuah
keputusan, sebuah Layer 3 switch dapat juga menggunakan IP Address Information.
Pengalihan hanya yang MAC address yang terkait dengan masing-masing port,
sebuah Layer 2 switch juga dapat belajar yang mana IP Address terkait dengan
antarmuka. Hal ini memungkinkan Layer 3 switch untuk mengarahkan lalu lintas di
seluruh jaringan berdasarkan IP Address Information.
Laayer 3 switch juga melakukan fungsi Layer 3 routing, mengurangi kebutuhan untuk router khusus pada LAN.
Laayer 3 switch juga melakukan fungsi Layer 3 routing, mengurangi kebutuhan untuk router khusus pada LAN.
Sumber : http://www.scribd.com/doc/57186957/19/Symmetric-and-Asymmetric-Switching
Tidak ada komentar:
Posting Komentar